Jurnal Asam Sitrat Pdf Converter
LABORATORIUM KIMIA ANALITIK DASAR SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2013-2014 PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK PROSES Modul: Hidrolisis Pati 1% dengan Katalis Asam Pembimbing: Drs. Budi Santoso., Apt.,MT Praktikum: 16 & 23 Juni 2014 Penyerahan: 04 Juli 2014 (Laporan) Oleh: Kelompok:B Nama: Ika Fitri Hadiyanti NIM. 121431012 Riza Khairunnisa NIM. 121431022 Rusydiana Abdullah NIM. 121431023 Ryani Puji Lestari NIM. 121431024 Kelas: 2A PROGRAM STUDI DIPLOMA III ANALIS KIMIA JURUSAN TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2014 I. Mempelajari proses hidrolisa pati dengan katalis asam 2.
Mempelajari proses perubahan polisakarida menjadi monosakarida 3. Menentukan kadar monosakarida dari hasil hidrolisis II. DASAR TEORI Pati atau amilum (CAS# 9005-25-8) adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau. Pati merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa (sebagai produk fotosintesis) dalam jangka panjang. Hewan dan manusia juga menjadikan pati sebagai sumber energi yang penting. Pati tersusun dari dua macam karbohidrat, amilosa dan amilopektin, dalam komposisi yang berbeda-beda.
Amilosa memberikan sifat keras (pera) sedangkan amilopektin menyebabkan sifat lengket. Pati adalah suatu polisakarida yang mengandung amilosa dan amilopektin. Amilosa merupakan polisakarida berantai lurus bagian dari butir-butir pati yang terdiri atas molekul-molekul glukosa -1,4-glikosidik. Amilosa merupakan bagian dari pati yang larut dalam air, yang mempunyai berat molekul antara 50.000-200.000, dan bila ditambah dengan iodium akan memberikan warna biru.

Citric acid is a weak organic acid that has the chemical formula C 6H 8O 7. It occurs naturally in. This produced citric acid in near quantitative conversion under what appeared to be a reverse non-enzymatic Krebs cycle reaction. Journal of Endourology. Archived from the original (PDF) on September 12, 2012. 4,5 selama fase produksi akan menurunkan hasil asam sitrat sampai 80%. PH pada media juga mempengaruhhi produksi asam sitrat dari. Karena beberapa enzim yang berperan dalam siklus TCA sensitif terhadap pH. PH yang rendah selama fermentasi untuk produksi asam sitrat yang optimal diperlukan pH sekitar 2.
Disk speedup serial key. Disk Speedup Serial Numbers. Convert Disk Speedup trail version to full software. Disk Speedup Registration Key Serial Numbers. Convert Disk Speedup Registration Key trail version to full software.
Struktur amilosa Hidrolisis adalah proses dekomposisi kimia dengan menggunakan air untuk memisahkan ikatan kimia dari substansinya. Hidrolisis pati merupakan proses pemecahan molekul amilum menjadi bagian-bagian penyusunnya yang lebih sederhana seperti dekstrin, isomaltosa, maltosa dan glukosa (Rindit et al, 1998). Proses hidrolisis pati dalam suasana asam pertama kali ditemukan oleh kirchoff pada tahun 1812, namun produksi secara komersial mulai terjadi sejak tahun 1850. Pada proses ini sejumlah pati diasamkan hingga pH = 2, kemudian dipanaskan dengan uap pada tangki bertekanan (converter) pada suhu 1200C – 1400C.
Derajat konversi yang diperoleh bergantung pada konsentrasi asam, waktu konversi, suhu, dan tekanan selama reaksi. PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK PROSES HIDROLISIS PATI DENGAN KATALIS ASAM 1 Beberapa ilmuwan mencoba untuk mengembangkan parameter-parameter reaksi guna mendapatkan hasil reaksi yang lebih baik dan lebih efisien, misalnya, merekomendasikan untuk menghidrolisis pati dengan HCl atau H2SO4 pada suhu 1000C paling lama selama 75 menit. Percobaan ini dikembangkan lagi oleh Somogy dengan cara menentukan parameter konsentrasinya. Reaksi hidrolisis pati dalam suasana asam berlangsung menurut reaksi sebagai berikut: H+ (C6H10O5)x + x H2O x C6H12O6 Hidrolisis secara asam merupakan proses likuifaksi, yakni berupa pemutusan rantairantai molekul pati yang lemah sehingga perolehan glukosanya belum maksimal. Untuk menurunkan energi aktivasi (menurunkan suhu reaksi) dan mempercepat jalannya reaksi hidrolisis pati dibutuhkan suatu katalis. Secara mikro, mekanisme kerja katalis dapat dijelaskan sebagai terjadinya tumbukan antar elektron yang mengakibatkan adanya perubahan konfigurasi elektron sehingga didapat unsur baru yang pada akhirnya menghasilkan zat (senyawa) baru. Penambahan katalis asam dapat menciptakan kondisi asam dan pH yang sesuai.